
🌟 KISAH BU INTAN SMAGESA: Belajar Memahami, Bukan Menghakimi
SMAN 1 Abang – Kamis, 17 September 2026
Suasana pembiasaan pagi di SMAN 1 Abang (SMAGESA) hari ini berlangsung seru, hangat, dan penuh makna melalui kegiatan “Kisah Bu Intan”. Kali ini, pesan tentang anti-perundungan (bullying), kepedulian, dan pentingnya memahami alasan di balik sebuah tindakan disampaikan dengan cara yang kreatif melalui drama pendek yang dibawakan oleh Ekstrakurikuler ROOTH.
Dalam drama tersebut, dikisahkan seorang siswa yang mengalami perundungan dan dijauhi oleh teman-temannya karena membawa sebuah atribut yang berpotensi membahayakan teman lainnya. Kondisi tersebut membuatnya merasa tidak diterima dalam lingkungan pertemanan.
Namun, cerita kemudian berkembang ketika teman-temannya memberikan pemahaman bahwa atribut yang dibawanya dapat membahayakan orang lain. Setelah mendapatkan penjelasan, siswa tersebut akhirnya bersedia melepaskan atribut tersebut. Teman-temannya pun kembali menerimanya dengan baik dan ia dapat kembali bergabung bersama lingkungan pertemanannya.
Drama sederhana tersebut menyampaikan pesan penting kepada seluruh siswa bahwa menjaga keselamatan bersama tidak harus dilakukan dengan menjauhi atau mengucilkan seseorang. Persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi, pemahaman, dan sikap saling menghargai.
💭 Drama Berlanjut dengan Refleksi Siswa
Setelah drama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dari beberapa perwakilan siswa. Mereka tampil ke depan untuk menyampaikan pandangan dan pelajaran yang mereka dapatkan dari drama tersebut.
Sesi refleksi berlangsung menarik karena siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak berpikir, memahami sudut pandang orang lain, serta menghubungkan pesan drama dengan kehidupan mereka sehari-hari di sekolah.
Kegiatan pagi ini dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Lestari Wulandari, pembina Ekstrakurikuler ROOTH. Dengan metode yang kreatif dan dekat dengan kehidupan siswa, pesan anti-bullying terasa lebih mudah diterima dan dipahami.
🤝 Bersama Ciptakan SMAGESA yang Aman dan Humanis
Melalui Kisah Bu Intan, SMAGESA terus menanamkan nilai bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk belajar menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan baik, peduli terhadap sesama, serta berani menghentikan tindakan perundungan.
Berbeda bukan alasan untuk menjauh.
Bermasalah bukan alasan untuk mengucilkan.
Mari saling memahami, saling mengingatkan, dan saling menjaga.
Kisah Bu Intan — SMAGESA SHAKTI!
Cegah Bullying, Bangun Pertemanan yang Positif! 💙🤝
“SMAGESA: Sekolah Aman kita Nyaman”
Humas SMAGESA
Tinggalkan Komentar